Jumat, 30 Mei 2014

The Meaning of all the Deaths in HARRY POTTER



James & Lily            : To establish the story line as well as to show orphans of war.
Cedric Diggory          : To show Voldemort’ mercilessness.
Sirius Black             : To show Harry’s lack of guidance/parental figures.
Albus Dumbledore     : To show the death of a great leader cant stop a war.
Hedwig                   : To show the end of Harry’s childhood.
Mad-Eye                  : To show the death of a soldier.
Dobby                    : To show even the smallest of creatures can die a Hero’s death.
Fred Weasley            : To show that some deaths you just cant get ever. And that’s okay.
Tonks & Remus Lupin: To reestablish orphans of war.
Colin Creevey            : To show that the good die young, even when they aren’t supposed to.
Severus Snape           : To show that you can always change your ways. Always.
Meaning of this post  : To make anyone who reads it want to crawl in a hole and drown in their tears.

Rabu, 21 Mei 2014

Descriptive Text : London




            London, the capital city of England, has been one of the major cities in Europe for centuries. Because of its long history, it has many old buildings.
            The historical centre of London is now a relatively small area still known as the City, which covers only about 2.6 sq km (about 1 sq mi). The City is capitalized, to distinguish it from the larger metropolis. This is where the Romans built the first bridge in London. Today this area is one of the world’s leading financials centres. Most of the financials activities are crowded along Threadneedle Street, near the intersection known as the Bank, which includes the huge Bank of England complex, the Royal Exchange, and the Stock Exchange. The permanent residential population of the City is now less than 6000, but about 350,000 commute here daily to work. The only large residential portion of the City is the Barbican Centre, a concrete complex of towers, parking garages, and pedestrian walkways located on the northern edge of the City. The Barbican was built to replace older buildings destroyed in World War II (1939 - 1945), when the Germans heavily bombed London.

Narrative Text : Why Do Hawks Hunt Chicks?



            Once upon a time, a hawk fell in love with a hen. The hawk flew down from the sky and asked the hen, “Will you marry me?”

            The hen loved the brave, strong hawk and wished to marry him. But she said, “I cant fly as high as you can. If you give me time, I may learn to fly as high as you. Then we can fly together.”

            The hawk agreed. Before he went away, he gave the hen a ring. “This is to show that you have promised to marry me,” said the hawk.

            It so happened that the hen had already promised to marry a rooster. So, when the rooster saw the ring, he became very angry. “Throw that ring away at once!” shouted the rooster. The hen was so frightened at the rooster’s anger that she threw away the ring immediately.

            When the hawk came  a few months later, the hen told him the truth. The hawk was so furious that he cursed the hen, “Why didn’t you tell me earlier? Now, you’ll be always be scratching the earth, and I’ll always be flying above to catch your children,” said the hawk.

Jumat, 09 Mei 2014

Robert Hansen, seorang pembunuh berantai dari Amerika Serikat

Bagi kalian yang sudah pernah menonton film berjudul "The Frozen Ground" pasti sudah tak asing dengan pembunuh yang satu ini. Robert Christian Hansen (lahir 15 Februari 1939) adalah pembunuh berantai Amerika Serikat. Antara tahun 1971 dan 1983, Hansen membunuh sekitar 17 sampai 21 wanita di dekat Anchorage Alaska. Ia ditahan tahun 1983 dan saat ini sedang menjalani masa kurungan penjara selama 461 tahun di Spring Creek Correctional Center di Seward, Alaska.

Kehidupan Awal
Hansen lahir di Estherville, Iowa, dari pasangan Christian dan Edna Hansen. Sepanjang masa kecil dan remajanya, Hansen merupakan sosok yang pendiam dan penyendiri, dan memiliki hubungan disfungsional dengan ayahnya yang selalu mendominasi keluarga. Ia sering ditindas oleh teman-temannya di sekolah karena jerawat dan kegagapan bicaranya. Ia mulai berburu dan sejak itu sering melakukannya.[1]:5 Pada tahun 1957, Hansen mendaftar di United States Army Reserve dan berdinas selama satu tahun sebelum diberhentikan. Ia kemudian bekerja sebagai asisten instruktur latihan di akademi polisi Pocahontas, Iowa. Di sana, Hansen mulai membina hubungan dengan seorang perempuan. Ia menikahinya pada musim panas 1960.
Pada tanggal 7 Desember 1960, ia ditahan karena membakar habis garasi bus sekolah milik Dewan Pendidikan Pocahontas County. Ia ditahan selama 20 bulan dari total masa hukuman 3 tahun di Anamosa State Penitentiary. Istrinya menuntut perceraian saat Hansen dipenjara. Selama sekian tahun berikutnya, ia beberapa kali ditahan karena pencurian kecil. Tahun 1967, ia pindah ke Anchorage, Alaska, bersama istri keduanya yang dinikahi tahun 1963 dan dikaruniai dua anak. Di Anchorage, ia menjadi sosok terpandang di kalangan tetangganya dan dikenal sebagai jawara berburu setempat. Ia bahkan sempat mencetak beberapa rekor yang tercatat di buku rekor berburu dunia Pope & Young.[1]:5
Tahun 1977, ia dipenjara karena mencuri gergaji mesin, didiagnosis menderita gangguan bipolar, dan diberi resep obat litium untuk mengendalikan peralihan suasana hatinya. Sayangnya, ia tidak pernah diperintahkan secara resmi untuk mengonsumsi obat tersebut.

Penemuan

Pada tanggal 13 Juni 1983, Cindy Paulson (17) kabur dari Robert Hansen (44) ketika Hansen hendak memasukkan Paulson ke pesawat Piper Super Cub miliknya. Ia memberitahu polisi bahwa ia ditawarkan $200 untuk melakukan seks oral, namun setelah masuk mobil Hansen menodongkan senjata ke arahnya dan membawanya ke rumah Hansen di Muldoon. Di sana, Paulson dikurung, disiksa, diperkosa, dan menyerangnya secara seksual. Ia memberitahu bahwa setelah Hansen merantai lehernya yang terikat dengan tiang di ruang bawah tanah, Hansen tidur sejenak di sofa. Setelah bangun, ia membawa Paulson ke bandara Merrill Field dan mengaku hendak membawanya jalan-jalan ke kabinnya (pondok berburu di sekitaran Sungai Knik di Lembah Matanuska yang dapat diakses kapal atau pesawat kecil). Paulson, yang menunduk di kursi belakang mobil dan terborgol, menunggu sampai Hansen sibuk mengurus kokpit pesawat agar bisa kabur. Ketika Hansen membelakanginya, Paulson merangkak keluar kursi belakang, membuka pintu samping, dan berlari ke 6th Avenue. Ia kemudian memberitahu polisi bahwa ia meninggalkan sepatu biru di alas kursi belakang sebelah kanan sebagai bukti bahwa ia pernah berada di sana. Hansen panik dan mengejarnya, tetapi Paulson berhasil tiba di 6th Avenue dan menumpang truk yang lewat. Sopir truk yang dikejutkan oleh penampilan Paulson yang tidak karuan akhirnya berhenti dan mengangkutnya. Sesuai permintaan Paulson, ia mengantarnya ke Mush Inn, kemudian Paulson melompat dari truk dan berlari ke dalam. Ketika Paulson meminta resepsionis menelepon kekasihnya di Big Timber Motel, sopir truk tadi melanjutkan tugasnya dan melaporkan keberadaan seorang wanita bertelanjang kaki dan terborgol kepada polisi. Setelah sejumlah polisi dari Anchorage Police Department tiba di Mush Inn, mereka diberitahu bahwa perempuan tadi menumpang taksi ke Big Timber Motel. Polisi pun mendatangi kamar 110 di Big Timber Motel dan menemukan Ciny Paulson dalam keadaan terborgol dan sendiri. Ia dibawa ke markas APD dan mendeskripsikan pelakunya. Hansen, saat diinterogasi polisi, membantah tuduhan tersebut sambil menyatakan bahwa Paulson mencoba cari masalah karena ia tidak mau memenuhi permintaan uang Paulson. Meski Hansen sempat berulang kali berurusan dengan hukum, kelakuan baik dan pekerjaannya sebagai tukang roti disertai alibi kuat dari temannya John Henning membuatnya tidak dijadikan tersangka serius. Kasus ini pun ditutup.
Detektif Glenn Flothe dari Alaska State Troopers adalah bagian dari tim yang menyelidiki penemuan beberapa jasad di dalam dan sekitar Anchorage, Seward, dan Lembah Matanuska-Susitna. Jasad pertama ditemukan tahun 1981 oleh pekerja konstruksi dekat Eklutna Road. Jasad yang dijuluki "Eklutna Annie" oleh para penyidik ini tidak pernah teridentifikasi. Pada tahun yang sama, jenazah Joanna Messina ditemukan di tambang kerikil dekat Seward. Pada tahun 1982, sisa-sisa jasad Sherry Morrow (23) ditemukan di kuburna dangkal dekat Sungai Knik. Flothe sekarang memiliki tiga jasad dan terduga satu pembunuh. Ia menghubungi agen Federal Bureau of Investigation Roy Hazelwood dan meminta bantuan pemrofilan psikologis kriminal berdasarkan tiga jasad tersebut. Hazelwood menduga pembunuhnya adalah pemburu yang mahir dengan rasa percaya diri rendah, pernah ditolak perempuan, dan berniat menyimpan "suvenir" dari hasil membunuhnya, seperti perhiasan korban. Ia juga menduga pembunuhnya gagap. Dengan profil ini, Flothe menyelidiki beberapa tersangka potensial sampai ia menemukan Hansen cocok dengan profil tersebut dan memiliki pesawat.
Dibantu kesaksian Paulson dan profil Hazelwood, Flothe dan APD menerbitkan surat perintah untuk menggeledah pesawat, mobil, dan rumah Hansen. Pada tanggal 27 Oktober 1983, penyidik menemukan perhiasan yang dimiliki orang-orang hilang ini dan sejumlah senjata api[1] di ruang tersembunyi di loteng rumah Hansen. Penemuan terbesar mereka adalah peta penerbangan dengan tanda-tanda x kecil yang tersembunyi di balik pagar tempat tidurnya.
Saat ditunjukkan bukti-bukti yang ditemukan di rumahnya, Hansen membantahnya sebisa mungkin, lalu mulai menyalahkan para korban dan berusaha membenarkan motifnya. Akhirnya ia mengakui setiap bukti yang ditunjukkan kepadanya dan mengakui pernah melakukan serangkaian serangan terhadap beberapa wanita Alaska sejak 1971. Korban terawal Hansen adalah gadis remaja berkisar antara 16 sampai 19 tahun, bukan PSK dan penari tiang yang berujung pada temuan ini.

Korban yang Diketahui

Robert C. Hansen memerkosa dan menyerang lebih dari 30 wanita Alaska. Ia bertanggung jawab atas pembunuhan sedikitnya 17 wanita yang usianya berkisar antara 16 sampai 41 tahun. Mereka adalah:
  • Lisa Futrell, 41 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
  • Malai Larsen, 28 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
  • Unknown Jane Doe (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
  • Sue Luna, 23 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
  • Tami Pederson, 20 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
  • Angela Feddern, 24 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
  • Teresa Watson (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
  • DeLynn "Sugar" Frey (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
  • Paula Goulding (dibenarkan, jasad ditemukan)
  • Andrea "Fish" Altiery (diakui, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
  • Sherry Morrow, 23 (diakui, jasad ditemukan)
  • "Eklutna Annie" (diakui, jasad ditemukan)
  • Joanna Messina (diakui, jasad ditemukan)
  • Roxanne Easland, 24 (dibenarkan, jasad tidak ditemukan)
  • Ceilia "Beth" Van Zanten, 17 (dibantah, namun tetap dituduh karena tanda X di peta penerbangan, jasad ditemukan)
  • Megan Emerick, 17 (dibantah, namun tetap dituduh karena tanda X di peta penerbangan, jasad tidak ditemukan)
  • Mary Thill, 23 (dibantah, namun tetap dituduh karena tanda X di peta penerbangan, jasad tidak ditemukan)
Dari 17 wanita tersebut, Hansen secara resmi dituduh membunuh 4 orang saja, yaitu Sherry Morrow, Joanna Messina, Eklutna Annie, dan Andrea Altiery, sekaligus penculikan dan pemerkosaan terhadap Cindy Paulson.

Penahanan

Saat ditangkap, Hansen dituduh melakukan penyerangan, penculikan, sejumlah pelanggaran senjata, pencurian, dan penggelapan asuransi. Tuduhan terakhir tadi terkait dengan pengajuan klaim terhadap perusahaan asuransi atas dugaan pencurian beberapa trofi miliknya yang uangnya dipakai untuk membeli pesawat Super Cub (di pengadilan ia mengklaim menemukan trofi-trofinya di halaman belakang tetapi lupa memberitahu pihak asuransi). Setelah uji balistik menunjukkan kesamaan antara peluru di tempat kejadian dan senjata Hansen, Hansen baru mau mengajukan kesepakatan pengakuan. Ia mengaku bersalah atas empat pembunuhan yang dibuktikan polisi (Marrow, Messina, Altiery & Eklutna Annie) dan merincikan korban-korban lainnya supaya hukumannya dijalankan di penjara federal tanpa perhatian pers. Persyaratan kesepakatannya meliputi kerja sama penuh dengan Hansen dalam mengungkap tanda-tanda di peta penerbangannya dan menemukan jasad korbannya. Ia membenarkan teori polisi tentang bagaimana wanita-wanita tersebut diculik, menambahkan bahwa ia kadang membiarkan calon korban pergi jika ia betul-betul berjanji tidak akan melaporkan Hansen ke polisi, dan mengaku mulai membunuh pada awal 1970-an. Ia menunjukkan ke penyidik 17 situs penguburan di dalam dan sekitar Southcentral Alaska; 12 di antaranya tidak diketahui penyidik. Akan tetapi ada tanda-tanda lain di petanya yang tidak mau diakuinya, termasuk tiga di Resurrection Bay. Polisi menduga dua dari tiga tanda tersebut adalah jasad Mary Thill dan Megan Emrick, namun Hansen membantah telah membunuhnya. Sisa-sisa jasad 11 (dari kemungkinan 21) korban diangkat oleh polisi dan dikembalikan ke keluarga mereka. Hansen dijatuhi hukuman penjara selama 461 tahun.
Hansen awalnya dipenjara di United States Penitentiary, Lewisburg di Lewisburg, Pennsylvania. Pada tahun 1988, ia dipulangkan ke Alaska dan ditahan sementara di Lemon Creek Correctional Center di Juneau.[rujukan?] Saat ini ia ditahan di Spring Creek Correctional Center di Seward.


Sumber : wikipedia

FBI Bidik JIS Terkait Paedofil William James Vahey

William James Vahey mengajar di Jakarta International School pada periode 1992-2002.
Washington--FBI buru-buru mengidentifikasi puluhan anak korban paedofil berantai yang dibius dan dianiaya selama empat dekade proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah internasional di seluruh dunia.

William James Vahey (64) dikabarkan bunuh diri pada Maret lalu di sebuah kamar hotel di Minnesota. Ia kini menjadi subyek penyelidikan kejahatan seks internasional di tempat ia mengajar di sembilan negara.

Federal Bureau of Investigation menemukan isi katalog dan tanggal gambar-gambar porno yang menggambarkan setidaknya 90 anak laki-laki berusia sekitar 12 sampai 14 tahun.

"Ketika Vahey disodori gambar itu, ia mengaku menganiaya anak laki-laki sepanjang seluruh hidupnya dan mengatakan ia memberikan anak-anak obat tidur sebelum penganiayaan," kata FBI dalam pernyataannya.

Vahey mengajar di luar negeri dari tahun 1972 sampai hari sebelum kematiannya, termasuk di akademi swasta yang melayani anak-anak dari diplomat Amerika dan personil militer serta penduduk setempat.

FBI memiliki keyakinan untuk penganiayaan anak olehnya di California.

"Saya belum pernah melihat kasus lain dimana seorang individu telah mencabuli banyak anak selama suatu jangka waktu yang panjang," kata Agen Khusus Patrick Fransen.

Tugas mengajar Vahey di Jakarta International School Indonesia (JIS) pada 1992-2002 kini juga diselidiki FBI.
Selain itu, ia juga menghabiskan belasan tahun di Saudi Aramco School di Arab Saudi serta menjalankan tugas mengajar terpisah di Iran pada 1970-an. Tugas terakhirnya adalah di Amerika Nikaragua School di Managua.

Vahey yang mengajar sejarah, geografi dan ilmu sosial ini, juga bekerja di sekolah-sekolah di Inggris, Yunani, Lebanon, Spanyol dan Venezuela.

Dia  menjabat sebagai pelatih basket untuk tim basket sekolah anak laki-laki dan secara teratur menemani mereka pada perjalanan hingga larut malam.

"Dia memiliki akses ke anak-anak karena posisinya kepercayaan," kata Fransen. "Dia menciptakan sebuah sistem yang memberinya kesempatan dan sarana untuk menganiaya anak-anak."

FBI mengatakan para korban yang difoto sedang diidentifikasi dan akan diteusuri hingga ke lembaga tempatnya bekerja untuk penyelidikan. Adakah korbannya di Jakarta International School Indonesia (JIS)? Selama 10 tahun, bukan tidak mungkin ia melakukan kejahatannya. Kita tunggu hasil penyelidikan FBI.

sumber : jaringnews.com

 William James Vahey

Rabu, 07 Mei 2014

Hortatory Exposition for Monosodium Glutamat



Monosodium Glutamate (MSG) is a flavor enhancer commonly added to canned food, soups, processes meats, and snacks. Sometimes, we also add MSG to our food to make it more delicious. But, you should know that MSG is very dangerous for our health. Why MSG is so dangerous for our health? There is some reason for it.
            First, MSG can cause weight gain. The study, reported in the August edition of Obesity examined the association between MSG intake and weight gain in humans. The great majority of the participants prepared their foods at home, without use of commercially processed foods. For the study, participants were told to add quantified amounts of MSG when preparing their foods. After adjusting for confounders including physical activity and total energy intake, the researchers found that MSG consumption was positively related to increases in body mass index. Weight gain was significantly greater in MSG users than in nonusers.
            Next, MSG is an excitotoxin that cause brain damage. It means that it over stimulates the brain causing the production of excessive amounts of dopamine. This creates a drug-like rush that provides a brief sensation of well being. It is highly addictive, causing its consumers to keep coming back for more and end up overeating. In the process, brain cells are destroyed.
            Then, MSG promotes liver inflammation and dysplasia. Journal of Autoimmunity research found that by the age of 6 and 12 months, all MSG treated mice developed liver inflammation and structural change. Lesions were detected in some cases. They concluded that their results take on considerable significance in light of the widespread usage of dietary MSG and suggested that MSG should have its safety profile re-examined and potentially be withdrawn from the food chain.
            Furthermore, Food and Drug Administration (FDA) has received many anecdotal reports of adverse reactions to foods containing MSG over the year. These reactions, known as MSG symptom complex, include:
  • Headache
  • Flushing
  • Sweating
  • Facial pressure or tightness
  • Numbness, tingling or burning in the face, neck and other areas
  • Rapid, fluttering heartbeats (heart palpitations)
  • Chest pain
  • Weakness
            For that reason, it is not good if we consuming foods which containing MSG. We must be carefull to buy prosessed and instant foods in the market. We must keep our health with not consuming foods which containing MSG. If we avoid foods containing MSG, we will live our life in happiness.