Bagi kalian yang sudah pernah menonton film berjudul "The Frozen Ground" pasti sudah tak asing dengan pembunuh yang satu ini.
Robert Christian Hansen (lahir 15 Februari 1939) adalah
pembunuh berantai Amerika Serikat. Antara tahun 1971 dan 1983, Hansen membunuh sekitar 17 sampai 21 wanita di dekat Anchorage Alaska. Ia ditahan tahun 1983 dan saat ini sedang menjalani masa kurungan penjara selama 461 tahun di Spring Creek Correctional Center di Seward, Alaska.
Kehidupan Awal
Hansen lahir di
Estherville, Iowa,
dari pasangan Christian dan Edna Hansen. Sepanjang masa kecil dan
remajanya, Hansen merupakan sosok yang pendiam dan penyendiri, dan
memiliki hubungan disfungsional dengan ayahnya yang selalu mendominasi
keluarga. Ia sering
ditindas oleh teman-temannya di sekolah karena
jerawat dan
kegagapan bicaranya. Ia mulai berburu dan sejak itu sering melakukannya.
[1]:5 Pada tahun 1957, Hansen mendaftar di
United States Army Reserve dan berdinas selama satu tahun sebelum diberhentikan. Ia kemudian bekerja sebagai asisten instruktur latihan di akademi polisi
Pocahontas, Iowa. Di sana, Hansen mulai membina hubungan dengan seorang perempuan. Ia menikahinya pada musim panas 1960.
Pada tanggal 7 Desember 1960, ia ditahan karena membakar habis garasi
bus sekolah milik Dewan Pendidikan Pocahontas County. Ia ditahan selama
20 bulan dari total masa hukuman 3 tahun di
Anamosa State Penitentiary. Istrinya menuntut perceraian saat Hansen dipenjara. Selama sekian tahun berikutnya, ia beberapa kali ditahan karena
pencurian kecil. Tahun 1967, ia pindah ke
Anchorage, Alaska,
bersama istri keduanya yang dinikahi tahun 1963 dan dikaruniai dua
anak. Di Anchorage, ia menjadi sosok terpandang di kalangan tetangganya
dan dikenal sebagai jawara berburu setempat. Ia bahkan sempat mencetak
beberapa rekor yang tercatat di buku rekor berburu dunia Pope &
Young.
[1]:5
Tahun 1977, ia dipenjara karena mencuri gergaji mesin, didiagnosis menderita
gangguan bipolar, dan diberi resep obat
litium untuk mengendalikan
peralihan suasana hatinya. Sayangnya, ia tidak pernah diperintahkan secara resmi untuk mengonsumsi obat tersebut.
Penemuan
Pada tanggal 13 Juni 1983, Cindy Paulson (17) kabur dari Robert Hansen (44) ketika Hansen hendak memasukkan Paulson ke pesawat
Piper Super Cub
miliknya. Ia memberitahu polisi bahwa ia ditawarkan $200 untuk
melakukan seks oral, namun setelah masuk mobil Hansen menodongkan
senjata ke arahnya dan membawanya ke rumah Hansen di Muldoon. Di sana,
Paulson dikurung,
disiksa,
diperkosa, dan
menyerangnya secara seksual.
Ia memberitahu bahwa setelah Hansen merantai lehernya yang terikat
dengan tiang di ruang bawah tanah, Hansen tidur sejenak di sofa. Setelah
bangun, ia membawa Paulson ke bandara
Merrill Field dan mengaku hendak membawanya jalan-jalan ke kabinnya (pondok berburu di sekitaran
Sungai Knik di
Lembah Matanuska yang dapat diakses kapal atau
pesawat kecil).
Paulson, yang menunduk di kursi belakang mobil dan terborgol, menunggu
sampai Hansen sibuk mengurus kokpit pesawat agar bisa kabur. Ketika
Hansen membelakanginya, Paulson merangkak keluar kursi belakang, membuka
pintu samping, dan berlari ke 6th Avenue. Ia kemudian memberitahu
polisi bahwa ia meninggalkan sepatu biru di alas kursi belakang sebelah
kanan sebagai bukti bahwa ia pernah berada di sana. Hansen panik dan
mengejarnya, tetapi Paulson berhasil tiba di 6th Avenue dan menumpang
truk yang lewat. Sopir truk yang dikejutkan oleh penampilan Paulson yang
tidak karuan akhirnya berhenti dan mengangkutnya. Sesuai permintaan
Paulson, ia mengantarnya ke Mush Inn, kemudian Paulson melompat dari
truk dan berlari ke dalam. Ketika Paulson meminta resepsionis menelepon
kekasihnya di Big Timber Motel, sopir truk tadi melanjutkan tugasnya dan
melaporkan keberadaan seorang wanita bertelanjang kaki dan terborgol
kepada polisi. Setelah sejumlah polisi dari
Anchorage Police Department
tiba di Mush Inn, mereka diberitahu bahwa perempuan tadi menumpang
taksi ke Big Timber Motel. Polisi pun mendatangi kamar 110 di Big Timber
Motel dan menemukan Ciny Paulson dalam keadaan terborgol dan sendiri.
Ia dibawa ke
markas
APD dan mendeskripsikan pelakunya. Hansen, saat diinterogasi polisi,
membantah tuduhan tersebut sambil menyatakan bahwa Paulson mencoba cari
masalah karena ia tidak mau memenuhi
permintaan uang
Paulson. Meski Hansen sempat berulang kali berurusan dengan hukum,
kelakuan baik dan pekerjaannya sebagai tukang roti disertai alibi kuat
dari temannya John Henning membuatnya tidak dijadikan tersangka serius.
Kasus ini pun
ditutup.
Detektif Glenn Flothe dari
Alaska State Troopers adalah bagian dari tim yang menyelidiki penemuan beberapa jasad di dalam dan sekitar
Anchorage,
Seward, dan
Lembah Matanuska-Susitna.
Jasad pertama ditemukan tahun 1981 oleh pekerja konstruksi dekat
Eklutna Road. Jasad yang dijuluki "Eklutna Annie" oleh para penyidik ini
tidak pernah teridentifikasi. Pada tahun yang sama, jenazah Joanna
Messina ditemukan di tambang kerikil dekat Seward. Pada tahun 1982,
sisa-sisa jasad Sherry Morrow (23) ditemukan di kuburna dangkal dekat
Sungai Knik. Flothe sekarang memiliki tiga jasad dan terduga satu pembunuh. Ia menghubungi agen
Federal Bureau of Investigation Roy Hazelwood dan meminta bantuan
pemrofilan psikologis kriminal berdasarkan tiga jasad tersebut. Hazelwood menduga pembunuhnya adalah pemburu yang mahir dengan rasa
percaya diri
rendah, pernah ditolak perempuan, dan berniat menyimpan "suvenir" dari
hasil membunuhnya, seperti perhiasan korban. Ia juga menduga pembunuhnya
gagap. Dengan profil ini, Flothe menyelidiki beberapa tersangka
potensial sampai ia menemukan Hansen cocok dengan profil tersebut dan
memiliki pesawat.
Dibantu kesaksian Paulson dan profil Hazelwood, Flothe dan APD menerbitkan
surat perintah
untuk menggeledah pesawat, mobil, dan rumah Hansen. Pada tanggal 27
Oktober 1983, penyidik menemukan perhiasan yang dimiliki orang-orang
hilang ini dan sejumlah senjata api
[1]
di ruang tersembunyi di loteng rumah Hansen. Penemuan terbesar mereka
adalah peta penerbangan dengan tanda-tanda x kecil yang tersembunyi di
balik pagar tempat tidurnya.
Saat ditunjukkan bukti-bukti yang ditemukan di rumahnya, Hansen
membantahnya sebisa mungkin, lalu mulai menyalahkan para korban dan
berusaha membenarkan motifnya. Akhirnya ia mengakui setiap bukti yang
ditunjukkan kepadanya dan mengakui pernah melakukan serangkaian serangan
terhadap beberapa wanita Alaska sejak 1971. Korban terawal Hansen
adalah gadis remaja berkisar antara 16 sampai 19 tahun, bukan PSK dan
penari tiang yang berujung pada temuan ini.
Korban yang Diketahui
Robert C. Hansen memerkosa dan menyerang lebih dari 30 wanita Alaska.
Ia bertanggung jawab atas pembunuhan sedikitnya 17 wanita yang usianya
berkisar antara 16 sampai 41 tahun. Mereka adalah:
- Lisa Futrell, 41 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
- Malai Larsen, 28 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
- Unknown Jane Doe (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
- Sue Luna, 23 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
- Tami Pederson, 20 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
- Angela Feddern, 24 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
- Teresa Watson (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
- DeLynn "Sugar" Frey (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
- Paula Goulding (dibenarkan, jasad ditemukan)
- Andrea "Fish" Altiery (diakui, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
- Sherry Morrow, 23 (diakui, jasad ditemukan)
- "Eklutna Annie" (diakui, jasad ditemukan)
- Joanna Messina (diakui, jasad ditemukan)
- Roxanne Easland, 24 (dibenarkan, jasad tidak ditemukan)
- Ceilia "Beth" Van Zanten, 17 (dibantah, namun tetap dituduh karena tanda X di peta penerbangan, jasad ditemukan)
- Megan Emerick, 17 (dibantah, namun tetap dituduh karena tanda X di peta penerbangan, jasad tidak ditemukan)
- Mary Thill, 23 (dibantah, namun tetap dituduh karena tanda X di peta penerbangan, jasad tidak ditemukan)
Dari 17 wanita tersebut, Hansen secara resmi dituduh membunuh 4 orang
saja, yaitu Sherry Morrow, Joanna Messina, Eklutna Annie, dan Andrea
Altiery, sekaligus penculikan dan pemerkosaan terhadap Cindy Paulson.
Penahanan
Saat ditangkap, Hansen dituduh melakukan
penyerangan,
penculikan, sejumlah pelanggaran senjata,
pencurian, dan
penggelapan asuransi.
Tuduhan terakhir tadi terkait dengan pengajuan klaim terhadap
perusahaan asuransi atas dugaan pencurian beberapa trofi miliknya yang
uangnya dipakai untuk membeli pesawat Super Cub (di pengadilan ia
mengklaim menemukan trofi-trofinya di halaman belakang tetapi lupa
memberitahu pihak asuransi). Setelah
uji balistik menunjukkan kesamaan antara peluru di tempat kejadian dan senjata Hansen, Hansen baru mau mengajukan
kesepakatan pengakuan. Ia
mengaku bersalah
atas empat pembunuhan yang dibuktikan polisi (Marrow, Messina, Altiery
& Eklutna Annie) dan merincikan korban-korban lainnya supaya
hukumannya dijalankan di penjara federal tanpa perhatian pers.
Persyaratan kesepakatannya meliputi kerja sama penuh dengan Hansen dalam
mengungkap tanda-tanda di peta penerbangannya dan menemukan jasad
korbannya. Ia membenarkan teori polisi tentang bagaimana wanita-wanita
tersebut diculik, menambahkan bahwa ia kadang membiarkan calon korban
pergi jika ia betul-betul berjanji tidak akan melaporkan Hansen ke
polisi, dan mengaku mulai membunuh pada awal 1970-an. Ia menunjukkan ke
penyidik 17 situs penguburan di dalam dan sekitar
Southcentral Alaska;
12 di antaranya tidak diketahui penyidik. Akan tetapi ada tanda-tanda
lain di petanya yang tidak mau diakuinya, termasuk tiga di
Resurrection Bay.
Polisi menduga dua dari tiga tanda tersebut adalah jasad Mary Thill dan
Megan Emrick, namun Hansen membantah telah membunuhnya. Sisa-sisa jasad
11 (dari kemungkinan 21) korban diangkat oleh polisi dan dikembalikan
ke keluarga mereka. Hansen dijatuhi hukuman penjara selama 461 tahun.
Hansen awalnya dipenjara di
United States Penitentiary, Lewisburg di
Lewisburg, Pennsylvania. Pada tahun 1988, ia dipulangkan ke Alaska dan ditahan sementara di
Lemon Creek Correctional Center di
Juneau.
[rujukan?] Saat ini ia ditahan di
Spring Creek Correctional Center di
Seward.
Sumber :
wikipedia