Washington--FBI buru-buru mengidentifikasi puluhan anak korban paedofil berantai yang dibius dan dianiaya selama empat dekade proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah internasional di seluruh dunia.
William James Vahey (64) dikabarkan bunuh diri pada Maret lalu di sebuah kamar hotel di Minnesota. Ia kini menjadi subyek penyelidikan kejahatan seks internasional di tempat ia mengajar di sembilan negara.
Federal Bureau of Investigation menemukan isi katalog dan tanggal gambar-gambar porno yang menggambarkan setidaknya 90 anak laki-laki berusia sekitar 12 sampai 14 tahun.
"Ketika Vahey disodori gambar itu, ia mengaku menganiaya anak laki-laki sepanjang seluruh hidupnya dan mengatakan ia memberikan anak-anak obat tidur sebelum penganiayaan," kata FBI dalam pernyataannya.
Vahey mengajar di luar negeri dari tahun 1972 sampai hari sebelum kematiannya, termasuk di akademi swasta yang melayani anak-anak dari diplomat Amerika dan personil militer serta penduduk setempat.
FBI memiliki keyakinan untuk penganiayaan anak olehnya di California.
"Saya belum pernah melihat kasus lain dimana seorang individu telah mencabuli banyak anak selama suatu jangka waktu yang panjang," kata Agen Khusus Patrick Fransen.
Tugas mengajar Vahey di Jakarta International School Indonesia (JIS) pada 1992-2002 kini juga diselidiki FBI.
Selain itu, ia juga menghabiskan belasan tahun di Saudi Aramco School di Arab Saudi serta menjalankan tugas mengajar terpisah di Iran pada 1970-an. Tugas terakhirnya adalah di Amerika Nikaragua School di Managua.
Vahey yang mengajar sejarah, geografi dan ilmu sosial ini, juga bekerja di sekolah-sekolah di Inggris, Yunani, Lebanon, Spanyol dan Venezuela.
Dia menjabat sebagai pelatih basket untuk tim basket sekolah anak laki-laki dan secara teratur menemani mereka pada perjalanan hingga larut malam.
"Dia memiliki akses ke anak-anak karena posisinya kepercayaan," kata Fransen. "Dia menciptakan sebuah sistem yang memberinya kesempatan dan sarana untuk menganiaya anak-anak."
FBI mengatakan para korban yang difoto sedang diidentifikasi dan akan diteusuri hingga ke lembaga tempatnya bekerja untuk penyelidikan. Adakah korbannya di Jakarta International School Indonesia (JIS)? Selama 10 tahun, bukan tidak mungkin ia melakukan kejahatannya. Kita tunggu hasil penyelidikan FBI.
sumber : jaringnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar